Cerpen Cinta Romantis : Cinta datang Tanpa Sebab

Cerpen Cinta Romantis: "Cinta Datang Tanpa Sebab"

Mawarku masih tertidur lelap setelah kepenatannya semalam melayani tamu. Wajah pulasnya mengingatkanku kembali bagaimana saat pertama dulu kami bertemu.

Cerpen Cinta Romantis

Kilasan Masa Lalu

Saat itu aku pulang dari bekerja, hujan deras mengguyur kota Surabaya, udara dingin menusuk tulang. Mobil yang ku kendarai kupacu dengan cepat karna yang terpikir olehku hanyalah untuk segera sampai di rumah dan menghangatkan tubuh dengan segelas kopi panas. untuk menghindari macet, malam ini aku akan lewat tol pikirku.

Di tengah perjalanan, disana aku menemukannya. Dengan gaun merah yang sebagian besar sudah basah terpercik air hujan, dia berdiri disana memegang payung putih.

Karna terpana melihatnya, tak terasa aku memelankan laju mobilku. Dia tetap berdiri tenang agak terpisah dari yang lainnya. Matanya teduh menatap air hujan dengan tatapan yang beda, sepertinya dia sangat mengagumi air hujan yang turun membasahi bumi. Kulitnya yang putih terlihat memancarkan cahaya yang dipantulkan dari lampu pinggir jalan.

Beberapa gadis segera mengerubungi mobilku sambil tersenyum dan mengetuk-ngetuk jendela mobil. suara ribut disekitar mobil segera menyadarkanku. Segera ku injak gas kembali. Namun sesaat sebelum mobilku kembali melaju, tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan cepat mengakibatkan air terciprat membasahi gadis bergaun merah tersebut. Karna kaget dengan cipratan tiba-tiba itu, payungnya terlepas dari genggamannya, dia terlihat marah dan mengusap-usap gaunnya yang basah.
Entah mengapa, aku sangat terpana dengan tingkah lakunya, seperti terjerat sihir, aku melajukan mobilku dan berhenti tepat didepannya. Aku menurunkan kaca mobil dan menyuruhnya naik. Tanpa protes gadis itu langsung membuka pintu dan duduk di sampingku.
Tidak ada suara yang terdengar, aku pun merasa tak tahu harus bicara apa. Malah aku sedang berpikir kenapa aku membiarkan gadis ini memasuki mobilku.
setelah 30 menit ahirnya aku memecah kesunyian “mau aku antar kemana Dek?” Tanya ku tanpa menoleh ke arahnya
“ke tempat tadi aku naik” jawabnya singkat
 “tidak mau aku antar pulang?” tawarku
“tidak usah”
“tapi pakaianmu basah semua, di luar masih hujan, lebih baik kamu pulang keringkan badan” kataku meyakinkannya untuk pulang saja. Aku sendiri bingung kenapa aku peduli dengan urusannya.
“bawa aku ke hotel atau antar aku ketempat tadi” ujarnya singkat
Kembali diam mengelilingi kami. Aku bingung dengan sikapku sendiri. Aku bukanlah tipe pria yang suka jajan dengan gadis pinggir jalan. Aku adalah seorang laki-laki yang memiliki prinsip dan tidak punya waktu untuk ha-hal yang berkaitan dengan wanita. Namun entah mengapa aku merasa bertanggung jawab pada gadis ini.

Ahirnya aku memutuskan untuk mengantarnya ke hotel. Aku menyuruhnya mengeringkan diri. Ketika dia masuk dalam kamar mandi tanpa kata, aku pergi. Pulang. Tidak lupa aku meletakkan sejumlah uang di atas tempat tidur, walau bagaimanapun gara-gara aku menjemputnya, dia jadi tidak bisa menemukan pelanggan yang mungkin akan membayarnya mahal malam ini.

Cinta Datang Tanpa Sebab

Sebulan telah berlalu sejak kejadian malam itu. Selama sebulan ini aku hidup ditemani bayangan ‘Mawar’ begitulah aku menyebutnya karna aku tak tau namanya. Gaun yang dia gunakan malam itu mengingatkanku akan kembang mawar yang sangat indah.
Malam ini, aku ahirnya memutuskan bahwa aku harus bertemu dengan gadis itu. Gadis yang selalu mengganggu hari-hariku, karena itu sengaja aku lewat tol lagi mala mini. Aku berencana untuk mengajaknya ke restoran untuk mengobrol dengannya.
Mobil aku perlambat lajunya ketika melewati barisan para gadis yang berusaha menjajakan dirinya. Tapi tak kulihat gadis itu, gadis bergaun merah, sang Mawar. bertanyapun hasilnya nihil. tak ada yang mengenal Mawarku.

Hari-hari terus berlalu dan aku tetap bermain dengan bayang sang Mawar. Aku rasa aku jatuh cinta padanya. Aku mulai terobsesi dengan ‘Mawar’ aku bertekad harus menemukannya.
Hanya satu yang aku tau tentangnya, dan menjadi acuanku dalam mencarinya, bahwa dia bekerja sebagai kupu-kupu malam.
Sudah hampir semua tempat mangkal kupu-kupu malam aku datangi, bahkan kantor polisipun aku datangi ketika mendengar ada rajia-rajia PSK hanya untuk mencari Mawarku.

“ada apa dengan gadis itu? Carila gadis lain. Mungkin yang kau liat waktu itu adalah hantu, bisa jadi itu Nyi Roro Kidul” goda sahabatku suatu hari. 

Tiga tahun belalu tanpa seharipun aku melupkannya. Orang-orang disekitarku mulai hawatir karna aku tak kunjung menikah, bukannya mencari gadis baik-baik, aku malah keluyuran di dunia malam.

Hingga sebulan yang lalu, aku ke kantor polisi karna semalam aku mendengar ada penggrebekkan sebuah tempat kupu-kupu malam biasa mangkal. Dengan harapan yang kembali muncul, aku terburu-buru masuk dan bertanya tentang rajia semalam, memohon agar aku bisa melihat foto atau gadis-gasid yang tersaring semalam.

ternyata benar Mawarku ada disana.
“pak, bisakah saya bicara dengan gadis itu?” tanyaku pada pak polisi sambil menunjuk Mawarku
“nomor 23, ada tamu” teriak polisi sambil membukakan pintu jeruji. Dia terlihat kaget dan menoleh ke arahku. Aku tak bisa membaca matanya, tatapannya tidak menceritakan apa-apa, sama seperti saat dia membuka pintu mobilku tiga tahun yang lalu.

Kami di ijinkan menggunakan ruangan privat untuk berbicara.
Aku bingung harus mengatakan apa. Agak lama aku terdiam dan dia juga terdiam, tidak ada senyum, tidak ada Tanya dan tidak ada desakan.

Ahirnya aku membuka mulut “hai, masih ingat aku?” tanyaku tak bisa mengendalikan bahagiaku
“ya” jawabnya singkat. Lagi-lagi, tidak ada Tanya, tidak ada tanggapan, bahkan ekspresinya tidak berubah. Datar. Tak terbaca”
“aku sudah lama mencarimu” kataku,
Diam.
Tidak ada respon.
“maukah kamu menikah denganku?”  aku sudah tidak tau apa lagi yang harus aku katakan.

Tapi kalimat tersebut sedikit memancing reaksi dari Mawarku. Ekespresinya sedikit berubah. Aku menunggu dengan sabar.
Lama.
Belum ada kata jua yang dia ucapkan.

“aku serius” aku mulai mendesak, tak sabar.
Masih datar.
Tapi aku tau dia akan mengatakan sesuatu, jadi aku menunggu dengan sabar.
5 menit,
7 menit,
10 menit, ahirnya dia menggeser duduknya.
“kenapa?” kata itu bagaikan air yang mengaliri paru-parku, begitu sejuk, membahagiakan dan entah mengapa membuatku sangat bahagia.

“karna aku mencintaimu. Aku telah mencarimu kemana-mana. Sejak hari itu aku selalu memikirkanmu. Aku ingin kau menjadi istriku” aku tumpahkan semua yang terpendam dalam hatiku, tapi sang Mawar masih terdiam.
Datar.
Agak lama ahirnya dia bertanya
“mampukah kamu melindungiku? Menjadikan aku istri yang bahagia dunia ahirat, menghormatiku sebagai wanita, sebagai istri dan sebagai ibu dari anak-anakmu?”
Kalimatnya membuatku terbang melayang. Dan dengan cepat aku mengangguk.

Aku langsung mengulurkan tanganku dan berkata “Ismail”
“Mega” jawabnya menyambut jabatan tanganku

Singkat cerita, hari itu aku langsung mengantarnya pulang. Aku bertemu dengan kedua orang tuannya. Dan langsung menyatakan maksudku untuk menikahi putrinya, Mawarku.
Orang tuanya sedikit kaget dan meminta waktu untuk memikirkannya dahulu karna lamaran itu sangat mendadak, karna berdasarkan cerita kedua orang tuanya, Mega tak pernah bercerita tentang kekasih atau keinginnya untuk menikah.

Sebulan kemudian kami menikah, malam tadi adalah malam terindah aku dan Mega setelah diikrarkan dengan Ijab Kabul. Yah, kemarin aku dan Mega menikah, dan semalam merupakan pesta yang penuh kebahagiaan.

Aku melirik ke arah Mega, dia masih tertidur, tapi sedikit terusik oleh sinar mentari yang masuk melalu jendela. Aku segera menutup tirai agar istriku bisa tidur lebih lelap. Dia pasti kecapean setelah seharian melayani tamu undangan. Dan semalam sebelum tertidur, kami mengobrol hingga dini hari.
Aku jadi teringat obrolan kami semalam

“btw kenapa Mas bisa jatuh cinta sama aku? Padahalkan ketemunya Cuma sekali. Bahkan nama aja Mas gak tau. Tiba-tibal menyatakan cinta” tanyanya mengenang masa lalu

“entahlah. Mas juga bingung dengan perasaan Mas sendiri. Mungkin itulah mengapa cinta sering dikatakan cinta dating dengan sendirinya tanpa alas an. Atau mungkin karna adek jodohnya Mas, makanya mas langsung jatuh cinta” kataku sambil menjawil hidungnya “kalo adek sendiri, kenapa langsung menyetujui lamaran Mas saat mas menyatakan keinginan untuk menjadi Istrinya Mas?” tanyaku juga

“awalnya aku Cuma becanda. Mau liat Mas seserius apa. Jujur saja, waktu itu aku sama sekali gak serius bilang iya, hanya penasaran dengan sikapmu yang aneh, yang dating-datang langsung ngelamar, nama aja gak tau” dia tertawa “makanya waktu mas ngomong ke orang tua, aku juga sempat kaget” ucapnya mengingat kembali saat dia berdiskusi dengan orang tuanya mengenai lamaranku.
“setelah mas melamarku depan orang tua, aku jadi berpikir, mungkin memang sudah saatnya aku menikah. Mas lebih tua tiga tahun dariku, dewasa, sudah mapan, dan perjuangan mas waktu mencariku, membuatku tersentuh. Di tambah lagi, waktu pertama kali bertemu, meski mas menganggap aku seorang PSK tapi mas sama sekali tidak menggodaku. Mas memperlakukanku dengan baik. Jadi aku simpulkan bahwa Mas orang baik, dan merupakan tangkapan yang sempurna buatku”

Cinta memang tidak bisa ditebak. Dan jodoh pasti bertemu. Itulah aku simpulkan dari kisahku sendiri bersama Mawarku, Istriku.


Semoga Cerpen Cinta Romantis ini dapat memberi inspirasi bagi pembacanya ;)
http://mottocinta.dorar.info/




Share :